Tampilkan Pakaian Adat 4 Etnis, Kota Kendari Juara Umum Jambore PKK Tingkat Provinsi

34
Listen to this article

Kendari, Sinarsultra.com – Kader PKK Kota Kendari ditetapkan menjadi Juara Umum dalam kegiatan Jambore PKK ke-52 tingkat tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2024.

Terpilihnya Kota Kendari sebagai Juara Umum karena berhasil mendapatkan 5 piala penghargaan yaitu parade budaya juara 2, paduan suara juara 1, tari kreasi enam langkah cuci tangan harapan 2, kreasi jingle gelari pelangi juara 2 dan masak kuliner non beras harapan 2.

Hal ini diumumkan pada saat selesai melaksanakan Upacara Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-52 tahun 2024 di lapangan upacara Bupati Konawe, Minggu 21 April 2024.

Pj. Ketua TP PKK Kota Kendari Ira Willis Kesumadoty mengingatkan kepada kader-kader PKK Kota Kendari untuk tidak cepat puas dengan hasil yang diberikan.

“Kami sangat senang sekali bisa menjadi juara umum, ini adalah hasil kerja keras antara pemerintah kota Kendari bersama pengurus PKK Kota Kendari. Untuk kader-kader PKK Kota Kendari jangan cepat puas dengan hasil ini, kami harus lebih giat lagi latihannya dalam menghadapi kegiatan-kegiatan selanjutnya,” ujarnya.

Setiba di Kota Kendari, rombongan Kader PKK Kota Kendari disambut dengan meriah oleh Pj. Wali Kota Kendari sekaligus menyerahkan Piala juara umum kepada Pemerintah Kota Kendari.

Untuk diketahui, pelaksanaan Jambore Kader PKK tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan selama 4 hari mulai dari 18 sampai 21 April 2024. Perlombaan dibuka dengan Parade Defile Nusantara, perwakilan Kota Kendari yakni Kader Tim Penggerak PKK yang di Ketuai Ny. Ira Willis Kesumadoty menggunakan pakaian adat Tolaki pada kegiatan kali ini.

Kota Kendari sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan provinsi Sulawesi Tenggara. Kota Kendari juga dikenal sebagai Kota Lulo dan Kota Kalosara, tidak hanya didiami oleh etnis Tolaki, Kota Kendari juga didiami oleh etnis Muna, etnis Buton serta etnis Moronene yang hidup rukun dan damai. Hal ini yang menjadikan Kota Kendari dijuluki sebagai miniatur budaya Provinsi Sulawesi Tenggara.

Beranggotakan 24 orang, parade defile ini terdiri dari barisan Pelindung, barisan Penegak dan barisan Pelopor.

Dibarisan pelindung terdapat Tamalaki yang membawa Kalosara. Dimana Tamalaki merupakan sebutan untuk para ksatria Pria Tolaki, sedangkan Kalosara merupakan Adat tertinggi dan merupakan simbol pemersatu.

Sedangkan wanita berbusana hitam yang memegang tiang PKK, menunjukkan otoritas yang kuat sehingga membuat seseorang aman dan terlindungi.

Sementara itu, barisan penegak dan pelopor terbagi atas 4 bagian.

Penegak Pokja 1 mengenakan pakaian kreasi bernuansa Tolaki dengan tenun motif pinetobo serta barisan pelopor mengenakan pakaian adat pengantin etnis Tolaki baju Anawai Ngguluri dan pendampingnya baju Babu Nggawi yang membawa pesan pengamalan Pancasila dan gotong royong.

Penegak Pokja 2 mengenakan pakaian kreasi bernuansa buton tenun motif Bhetano Katamba Mpuu serta barisan pelopor mengenakan pakaian adat pengantin etnis Buton baju Kombo dan pendampingnya baju Lonjo yang membawa pesan pendidikan keterampilan dan pengembangan kehidupan berkoperasi.

Penegak Pokja 3 mengenakan pakaian kreasi bernuansa Moronene kain motif Burisininta serta barisan pelopor mengenakan pakaian adat pengantin etnis Moronene baju Babu Kombo dan pendampingnya baju Kombo yang membawa pesan pangan sandang serta perumahan dan tata laksana rumah tangga.

Sedangkan Penegak Pokja 4 mengenakan pakaian kreasi bernuansa Muna tenun Botu serta barisan pelopor mengenakan pakaian adat pengantin etnis Muna baju Badhu dan pendampingnya baju Khabantapi yang membawa pesan kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup serta perencanaan sehat. (Adv).

Facebook Comments Box