Jelang Pilkada 2024, Pemuda Asal Muna Ajak Masyarakat Untuk Lebih Selektif Menghadapi Isu yang Bergulir

55
Yoghy, Pemuda Asal Kabupaten Muna
Listen to this article

Raha, Sinarsultra.com- Menjelang pesta demokrasi pilkada serentak 2024 masyarakat selalu dihadapkan dengan isu-isu politik yang dihangatkan oleh calon-calon peserta pemilu.

Tensi dari isu politik selalu berubah ketika menjelang momen-momen politik yang biasanya terasa hangat maka menjelang pemilu terasa sedikit panas.

Hal ini bertujuan menarik simpati publik dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu isu politik dalam pergerakannya selalu bersifat massif yang dikhawatirkan apabila isu-isu yang berkembang adalah HOAKS maka akan berdampak negatif pada masyarakat yang berpotensi mengakibatkan perpecahan.

Beberapa hari ini proses perpolitikan menjelang pilkada 2024 di Kabupaten Muna hangat membahas soal isu-isu yang tidak sehat untuk demokrasi, grub-grub media sosial hanya di penuhi isu ujaran kebencian, fitnah-memfintah, dan bahkan sampai menyerang personal para calon dengan tudahan-tuduhan yang tidak benar.

Diberbagai grub media sosial, kita menemukan banyak akun palsu dan hanya melempar isu yang tidak sehat yang bisa melahirkan dampak buruk untuk netralitas pandangan masyarakat dalam menentukan pilihan mereka.

Seperti yang baru-baru saja viral di media sosial, salah satu video dari calon bupati Muna, Drs.H. Bahrun, M.Si sengaja di potong dan di edit seolah-olah beliau menyudutkan suku muna dan digiring ke isu sara, padahal kalau kita melihat video yang asli dan secara keseluruhan tidak seperti yang lagi viral, dan hal itu sengaja di lakukan oleh oknum-oknum lawan politik beliau untuk sengaja menurunkan simpati publik dan memenuhi kepentingan oknum-oknum tertentu.

Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Muna, Yoghy menilai bahwa isu-isu yang harusnya di kembangkan menjelang pilkada adalah isu yang memiliki konsekuensi positif untuk daerah kedepannya, bukan justru isu yang tidak berguna dan hanya memecah persatuan masyarakat.

“Isu yang sehat tentunya juga menjadi penentu jalannya pilkada yang damai, olehnya itu mari kita menghadirkan isu-isu yang membangun, kita hadirkan isu dan gagasan-gagasna brilian untuk menantang para calon bupati dan wakil bupati agar berbicara soal kemajuan daerah kedepannya, seperti berbicara kesejahteraan petani, nelayan, peternak, pedagang, dan lain lain, kita hadirkan isu yang ada relasinya dengan potensi daerah kita di kabupaten Muna dan yang sesuai dengan visi-misi para Calon Bupati dan Wakil Bupati,” Ungkap Yoghy, Minggu 8 September 2024.

Ia melanjutkan bahwa politisi dan para tim loyalis pendukung harusnya melahirkan isu yang dapat berpotensi melahirkan pembangunan manusia di kabupaten Muna, guna menciptakan generasi-generasi emas dikemudian hari.

Maka dengan isu politik yang membangun akan menghasilkan pesta demokrasi yang damai dan aman dan bisa berdampak positif bagi regenerasi.

“Lempar-melempar isu saya rasa itu adalah hal yang wajar dalam perpolitikan, namun yang di inginkan masyarakat adalah isu yang berfaedah,isu yang bermakna, saya yakin masyarakat suda memiliki pilihan terbaik untuk siapa yang akan di pilih, kita masyarakat jangan terlalu terpengaruh dengan lemparan-lempran isu di media sosial, saya melihat hampir semua yang membuang isu adalah akun palsu, jadi isu itu mesti kita saring kembali,” Beber Yoghy.

“Menjelang pesta demokrasi yang kita harapkan bisa melahirkan pemimpin yang seperti kita inginkan bersama, maka mari melihat rekam jejak para calon sebagai pertimbangan untuk kita menentukan pilihan terbaik, jangan terpancing dan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak sehat untuk kita konsumsi,” Lanjutnya.

“Saya berharap masyarakat tidak mudah terjebak serta selektif dengan isu yang belum dapat dibuktikan kebenarannya, sehingga kedepannya dapat mewujudkan pemilu yang adil dan berintegritas,” tutupnya.

Reporter : Ebit Vernanda

Facebook Comments Box