Pemda Muna Jalin Kerjasama Dengan PT. SUL yang Bakal Serap Produksi Jagung Petani

29
Plt Bupati Muna bersama jajaran Pemda Muna dengan pimpinan cabang PT. Sentosa Utama Lestari usai sosialisasi standarisasi jagung
Listen to this article

Raha, Sinarsultra.com- Pemerintah Daerah Kabupaten Muna telah menjalin kerja sama dengan salah satu Investor jagung yang siap membeli hasil produksi jagung petani Kabupaten Muna.

Infestor tersebut adalah PT. Sentosa Utama Lestari merupakan perusahaan agrikultur terpadu yang bergerak di bidang pengolahan jagung kering. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Tbk.

Kerjasama itu dilakukan setelah pemerintah daerah Kabupaten Muna putus kontrak dengan PT. DNA yang semula sebagai investor pembelian jagung kerin di Kabupaten Muna menyatakan mundur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Anwar Agigi mengatakan mudurnya PT. DNA karena persoalan finansial, saat ini pengelolaanya ditangani langsung UPTD Dinas Pertanian.

Selain itu pihak Pemda Muna tengah membangun kerja sama dengan pihak Investor dari PT. Sentosa Utama Lestari yang merupakan anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Tbk.

“Sekarang lagi proses rintisan, proses administrasi, hasil petani bisa digunakan oleh Japfa sehingga Petani cukup dibawah jagungnya tapi sudah distandarisasi langsung dibeli,”ungkapnya.

Menurut dia, secara finansial PT. Sentosa Utama Lestari jauh lebih siap dibandingkan dengan perusahaan sebelumnya.

“Anak cabang dari PT Japfa Comfeed Tbk itu jauh lebih siap karena mereka ini jasa pengguna akhir karena suplayer itu jualnya kemereka,”ujarnya.

Anwar menerangkan, bila diantar di pabrik masih basah maka dikenakan Rp 325/kg untuk biaya standarisasi seedangkan jagung tongkol lepas kulit Rp 450/kg. Kalau masih dengan kulitnya maka petani menyiapkan biaya untuk standarisasinya Rp 500 /kg.

Ia berharap ada kelompok-kelompok yang organisir hasil petani sehingga bisa membawa hasil petani minimal hasil pipilan 25 ton atau 35 ton jagung tongkol.

“Itu ada hitungannya, ada biaya tenaga kerja, biaya listrik, operator, kuality kontrol termasuk PAD didalam. Harga itu jauh lebih murah daripada dilaksanakan sendiri petani. Jadi kita mudahkan urusannya,”terangnya.

Kemudian misalnya sudah masuk standarisasi lalu pihak Japfa menawari harga belum masuk dalam harga standar, maka jagung bisa dititip digudang pabrik. Karena Japfa groop juga mengikuti harga pasar, maka proses tunda jual itu dibolehkan.

“Makanya saya sampaikan ini bagusnya diorganisir dengan para suplayer supaya sekali bawah bisa dipenuhi qoata tangki sekitar 25 – 35 ton jagung,”ujarnya.

Jadi bagi masyarakat yang ingin mau menjadi suplayer jagung bisa daftar di UTPD pertanian, baik itu kelompok petani atau siapapun yang ingin menjadi suplayer.

“Jadi dia akan menawar kekami, kalau dia mau tunda jual itu juga yang akan dia tawarkan,”timpalnya.

Kedepan, Pemerintah Kabupaten Muna akan menyiapkan bibit jagung kepada masyarakat. Penentuan bibit akan diserahkan kepada petani.

“Misalnya petani mau benih merek BC, kita rekomendasi untuk diadakan supaya kita Pertanggungjawaban ini atas permintaan petani. Selain itu Kami juga sudah sosialisasi kargo laut rencana pengapalan hasil bumi di Muna yang bisa dibawah langsung di Surabaya. Yang hadir dari PT. Greycia Makmur Sultra,”sebutnya.

Dilain pihak, Pimpinan cabang PT Santosa Utama Lestari, Ikrar mengatakan pihaknya mendukung penuh pemerintah dalam mengembangkan program jagung kuning di Sulawesi Tenggara khususnya di Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Menurut Ikrar, PT. SUL di Muna siap membeli jagung kuning masyarakat sesuai standar basa yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu maksimal kadar air 15 persen.

“Harapan kami petani jagung khususnya di Kabupaten Muna standar kadar airnya tidak seperti tahun sebelumnya, dimana dari tahun 2018 kami sebagai Offataker atau pembeli banyak kami tolak produksi jagung dari Muna karena kadar airnya 20 – 23 persen,”sebutnya.

Makanya, lanjut Ikrar kedatangan mereka di Kabupaten Muna dengan mendapat sport dan dukungan Bupati Muna untuk mendukung program pemerintah bagamana produksi jagung di Kabupaten Muna bisa memenuhi standar yang ditetapkan.

Apalagi kata dia, di Kabupaten Muna telah memiliki pabrik jagung didalamnya ada pengering jagung dan gudang yang bisa menampung ribuan ton jagung.

“Pada prinsipnya kami mendukung program pemerintah Bagamana pertanian jagung di Sulawesi khususnya di Muna dan Muna Barat bisa berkembang maju dengan standar jagungnya sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah,”terang Ikrar

Sebagai pembeli, pihaknya telah melakukan pembelian jagung di Sulawesi Tenggara. Hanya saja khusus di Kabupaten Muna dan Muna Barat banyak yang ditolak karena kadar airnya tidak memenuhi standar.

“Inilah yang kami sosialisasikan dengan pak kadis dan tim serta dukungan pemerintah kabupaten Muna untuk bagaimana jagungnya petani tidak lagi berakibat jamur karena kadar airnya tinggi,”ujar Ikrar

Dengan adanya pabrik jagung kata dia sangat membantu petani jagung. Kalau mereka menjual secara langsung ke PT. SUL petani harus membawa jagung kering sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah maupun pihak perusahaan yaitu 15 persen kadar air.

“Mereka harus menjual jagung kering sesuai standar kadar air yang ditentukan, hanya kadang faktor cuaca. Jadi saran kami sebagai pembeli dengan keberadaan mesin pengering pabrik Jagung di Desa Bea ini yang harus kita manfaatkan sehingga sistemnya satu pintu. Kita Pun pake yang disnaa saja, jadi standarnya sudah ada tinggal pilihannya ke mereka. Jadi standarnya dulu kita tetapkan baru kemudian kita mengikuti harga pasar,”jelas Ikrar.

Ia mengatakan, PT. SUL membeli jagung untuk kebutuhan pakan ternak yang diolah di pakan ternak di Surabaya. Pembelian jagung di Sulawesi Tenggara sejak Januari 2018. Untuk Sultra saat ini sangat sedikit, belum mencapai target, dimana dari awal 2018 baru mencapai 750 ton.

“Ditahun selanjutnya sempat kami dapatkan sampai 2500 ton, turun di musim pandemi dan Alhamdulillah tahun sudah mencapai 2000 ton lebih. Untuk Muna targetnya sebanyak mungkin, petani bawa di pabrik ditimbang sesuai standar yang ditetapkan langsung di bayar, sebab target kami dalam setahun 45 ribu ton dalam setahun, untuk harga kami tetap mengacu pada harga pasar,”pungkasnya.

Reporter : Ebit Vernanda 

 

Facebook Comments Box