Hadiri Sosialisasi Kenduri oleh FKPT Sultra, Bupati Bachrun Ajak Masyarakat Mengenali Penyebaran Paham Radikal

28
Kegiatan sosialisasi Kenduri yang diselenggarakan oleh BNPT RI melalui FKPT Sultra yang dihadiri Plt Bupati Muna, Drs. Bachrun, M.Si
Listen to this article

Raha, Sinarsultra.com- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muna, Drs. Bachrun, M.Si menghadiri kegiatan sosialisasi Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri (Kenduri) yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Rabu 11 September 2024.

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Siaga Dengan Resialisasi, Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Plt Bupati Muna, Bachrun menerangkan terdapat tiga hal yang perlu diwaspadai di Indonesia yaitu korupsi, narkoba, teroris, untuk itu masyarakat perlu mengetahui hal tersebut. Pemerintah Kabupaten Muna sangat memberikan dukungan terhadap kegiatan pencegahan paham radikal dan terorisme.

“Saya mengajak kepada seluruh khususnya para tokoh untuk lebih memahami betapa pentingnya peran masyarakat agar kita semua dapat terbebas dari paham radikal dan terorisme,”ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa semakin sering masyarakat di Kabupaten Muna diberikan pemahaman bagaimana upaya pencegahan gerakan radikalisme. Hal itu akan semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat semakin peduli terhadap lingkungannya. Masyarakat bisa terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mengarah pada aksi terorisme.

“Mewakili Pemerintah Daerah (Pemda) Muna saya mengucapkan terimakasih kepada BNPT RI dan FKPT Sultra yang telah mengadakan kegiatan Kenduri di Desa Labone, tentu ini menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan edukasi tentang pencegahan masuknya paham radikal terorisme di lingkungan masyarakat,”tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha BNPT RI, Amir Mahmud menyampaikan persoalan terorisme merupakan persoalan segenap komponen bangsa, dampak adanya terorisme bukan hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda, namun juga merusak stabilitas negara terutama dalam sisi ekonomi pertahanan, keamanan dan sosial budaya.

“Aksi terorisme dapat menjadi ancaman bagi peradaban modern sehingga jelas bahwa teror bukan sekedar ancaman biasa, melainkan sudah kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia, bahkan dia tidak memandang suku ras dan agama,”imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini penyebaran paham radikal di media sosial sangat marak digencarkan oleh kelompok paham radikal terorisme, inilah yang harus diwaspadai bersama, para generasi muda menjadi target utama dalam perekrutan paham radikal terorisme.

“Olehnya itu disinilah pentingnya generasi muda khususnya tokoh media dapat memberikan konsep pertahanan dalam menangkal paham radikal terorisme,”jelasnya.

Mencermati kondisi itu, seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali terpaparnya paham radikal terorisme mereka selalu mengincar kelengahan masyarakat untuk mempengaruhi para tokoh muda begitupun organisasi sosial maupun lembaga pemerintah menjadikan sarana media sosial sebagai sarana perekrutannya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, semua masyarakat Sulawesi Tenggara dapat tergerak hatinya untuk bersama-sama menjaga kedamaian di negara tercinta kita ini dengan cara menolak segala bentuk narasi dan ajakan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,”harapnya.

Reporter : Ebit Vernanda

Facebook Comments Box