
Kendari, Sinarsultra.com- Mahasiswa KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) dari Fakultas Ilmu Budaya, petakan potensi situs tinggalan Kolonial Jepang untuk pengembangan wisata edukasi di Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto
Kabupaten Konawe Selatan, Senin 2 September 2024.
KKN Tematik kali ini mengangkat tema “Pemanfaatan Jejak Kolonial: Merawat, Mengembangkan dan Mengedukasi Melalui Pendekatan Budaya dan Kesehatan Masyarakat”.
Tema ini sengaja diangkat mengingat Desa Amoito Siama merupakan Lokasi yang menjadi basis pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia II di wilayah Sultra. Adapun tinggalan masa Perang Dunia II di desa Amoito Siama terdiri dari beberapa obyek diantaranya, Pilboks, Revetment, Bungker dan beberapa bangunan lain.
Ketua Tim KKN Tematik UHO, Syahrun menyampaikan bahwa tujuan pemilihan lokasi ini untuk mengeksplor dan mensosialisasikan kepada Masyarakat bahwa berbagai tinggalan yang ada memiliki nilai penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
“Saat ini sedang getol-getolnya Pemerintah melalui UU No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan UU No. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, dimana obyek tinggalan tersebut bisa dijadikan sebagai pengembangan destinasi wisata melalui wisata edukasi oleh siswa dan siswi yang ada di kota Kendari dan konawe Selatan,”ungkapnya.
Lebih lanjut, produk dari KKN Tematik ini menghasilkan bahan promosi berupa peta sebaran situs dan berbagai potensi tinggalan Jepang yang ada di Desa Amoito Siama, kemudian dibuat gambar dan keterangan sebagai bahan sosialisasi desa kepada masyarakat umum termasuk untuk kalangan pelajar di Kecamatan Ranomeeto.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Desa Amoito Siama, Israjudin yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus, desanya dijadikan sebagai lokasi KKN Tematik oleh mahasiswa UHO.
Dari hasil kegiatan KKN Tematik ini, pihaknya akan menjadikan sebagai bahan promosi yang akan dipajang di Balai Desa untuk menjadi bahan promosi wisata edukasi dan wisata sejarah di Desa Amoito Siama.

Dalam kegiatan penyuluhan ini, tentunya masyarakat setempat belum mengetahui kalau di desanya banyak terdapat tinggalan sejarah masa lalu yang banyak ditemukan oleh mahasiswa KKN Tematik UHO.
“Ini tentu menjadi modal pemerintah desa untuk pengembangan destinasi wisata kedepan, tentu dukungan pemerintah daerah juga sangat diharapkan agar kekayaan tinggalan sejarah ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan wisata,”terangnya.
Untuk diketahui bahwa KKN Tematik UHO tahun 2024 ini melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan dari Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Syahrun, S.Pd., M.Si, (selaku Ketua), La Janu, S.Sos., MA., Dr. Abdul Alim, Maliudin S.Pd., M.Pd., Arman, S.Pd., M.Hum dan Sarman S.Pd., M.Pd. dengan jumlah mahasiswa peserta sebanyak 19 orang, yang terdiri dari 12 orang dari Fakultas Ilmu Budaya, 5 orang mahasiswa Fakultas Farmasi dan 2 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Reporter : Ebit Vernanda












